Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang -

(Membela diri) Itu dulu, Siti. Sekarang aku sudah berbeda. Tapi...

(Berdoa dengan suara parau) Ya Allah... jika dia benar anakku, maafkan dia. Tapi jika dia tega pada ibunya... tunjukkan keadilan-Mu.

Malin Kundang berubah menjadi batu. Siti selamat tetapi hidup dalam kesengsaraan. Mande Rubayah pulang ke gubuknya, patah hati hingga akhir hayatnya.

(Melihat desa kumuh) Malin, sungguh mengapa kita singgah di pelabuhan yang menyedihkan ini? Aroma amis ikan membuatku mual. naskah drama malin kundang 4 orang

Di sebuah desa nelayan, hiduplah seorang pemuda bernama Malin Kundang bersama ibunya, Mande Rubayah. Kemiskinan membuat Malin bertekad untuk merantau ke kota.

(Tersinggung) Apa? Suamiku seorang saudagar besar lahir dari tempat sekotor ini? Jangan bercanda, Malin.

(Berteriak lirih) Malin? Malin Kundang? Itu kau, Nak? Ibu... Ibu tidak salah lihat? (Membela diri) Itu dulu, Siti

Pesan moral dari cerita ini: Hormatilah ibu dan ayahmu, jangan lupakan asal-usulmu, dan jangan biarkan kesombongan menghancurkan hati orang yang melahirmu.

(Mundur selangkah, tegang) Ibu... Maksudku, nenek. Aku tidak kenal siapa kau. Jangan mengaku-aku sebagai ibuku.

Malin tidak takut, Bu. Malin hanya takut melihat Ibu menderita. Doakan Malin, ya Bu. (Berdoa dengan suara parau) Ya Allah

Babak 2: Kesuksesan dan Kesombongan (Suasana: Kapal mewah bersandar di pelabuhan. Malin sekarang berpakaian rapi dan mewah. Siti, istrinya, berdiri di sampingnya dengan angkuh.)

Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi saudagar kaya raya. Ia memiliki kapal besar dan istri cantik bernama Siti. Sayangnya, kesuksesan membuatnya lupa diri.

Free Games Utopia uses Glyphicons.
All product names, logos, and brands published on Free Games Utopia are property of their respective owners.