Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 ★ Easy

Dinda duduk di sampingku di bangku taman yang agak tersembunyi di balik rindangnya pohon trembesi. Jaket hoodie biru mudanya terlihat basah sedikit di bagian bahu.

Setengah jam kemudian, Dinda bangkit dan mengecup pipiku cepat.

“Bukan nyepong yang kamu maksud, kan?” godanya sambil menyembunyikan senyum nakal.

Dinda terdiam. Angin malam berhembus, membawa aroma tanah basah dan bunga sedap malam dari ujung taman. Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18

Dinda kemudian menyandarkan kepalanya di pangkuanku. Matanya menatap langit malam yang mulai bersih dari awan.

Dinda tertawa dan menggandeng tanganku. Kami berjalan meninggalkan taman, meninggalkan bangku basah dan jejak kaki di tanah yang becek.

“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan. Dinda duduk di sampingku di bangku taman yang

Aku menatap matanya. “Aku kangen… sama kamu. Bener-bener kangen.”

Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”

“Hmm?” Dinda menoleh. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya. “Bukan nyepong yang kamu maksud, kan

“Deal,” jawabku cepat.

Aku menghela napas. Ini agak memalukan, tapi karena taman sepi dan tidak ada satupun jiwa yang lewat—bahkan satpam pun entah berteduh di mana—aku memberanikan diri.

Lima menit kemudian, Dinda akhirnya menggeser tubuhnya lebih dekat. Tangannya yang dingin meraih tanganku.